Catatan perjalanan ayah & bunda |
Web blog ini berisi catatan harian Ayah & Bunda. Momen-momen bahagia, sedih, haru, rindu, semua kami siapkan untuk bekal belajar dan mewarnai cerita kehidupanmu kelak, anakku. Selamat menyelami sekelumit cerita ini. Ambil yang baik, eksplor lagi dari sekelilingmu, dan tetaplah jadi anak yang cerdas, kritis & bermanfaat. Doa Ayah & Bunda selalu menyertai nadimu. |
Ayah setuju sekali dengan cerita Bundamu, Dek. Hidup sederhana di hari ini sepertinya bukan opsi yang baik bagi sebagian besar kalangan. Namun Ayah juga sudah lama ingin memenuhi mimpi Ayah untuk hidup sederhana.
Beruntung sekali Ayah bertemu Bundamu. Ayah banyak melihat sisi lain yang (mungkin) Ayah belum melihat. Kelak setelah Dedek lahir, jangan kaget ya jika kau hidup di rumah yang tidak megah, menaiki kendaraan yang tidak mewah, dan duduk di kursi yang tidak bagus. Sebisa mungkin Ayah dan Bunda pasti akan memenuhi kebutuhanmu, tapi HANYA kebutuhan bukan keinginan. Kami sudah berkomitmen ingin mengajari dan mewarisimu dengan ilmu. Dan kami berdua bertekad ingin menyebarkan nilai kebersahajaan ini ke sekitar kami.
So, be smart and educated. And be a person who’ll give as much as benefit to your surroundings.
Hugs,
Ayah
Dedek sayang, ini Ayah kasih video dari band kesukaan Ayah. Lagunya sangat meaningful. Bercerita tentang bagaimana kita harus mempunyai mimpi sedari kecil. Jika kita tanamkan terus, sambil berusaha dan berdoa tentunya, insya Allah mimpi tersebut akan jadi kenyataan. Seperti yang selalu Ayah bilang ke Dedek “if you want it, you can have it”.
Tetap semangati Bunda juga ya sayang…bisikkan ke telinga Bunda untuk terus mengejar mimpi dan cita-cita Bunda. Kita berdua harus jadi pendukung setia Bunda sampai kapanpun.
Rekatkan bibir Ayah di bibir Bunda ya sayang. Tell her, I’ll be home soon coz I miss you two.
Dedek sayang,
Terlintas ide di benak Ayah barusan ingin membuat small project dengan Bunda. Project tulisan aja, ga usah berat2. Karena Bunda dan Ayah ber-background berbeda, dan sudah pasti, dalam satu atau beberapa hal kita juga berbeda pemikiran, makanya Ayah ingin sekali menulis dengan Bunda. Tema yang ingin Ayah angkat adalah fenomena “gated community”. Dedek tahu apa itu? Kalau Ayah baca sekilas di literatur, gated community ini merupakan bentuk lingkungan perkotaan modern yang mengadopsi bentuk2 perkotaan kuno.
Kalau Dedek lihat sejarah, seluruh istana kerajaan di seluruh penjuru dunia pasti dikelilingi oleh tembok tebal dan tinggi. Tembok ini (saat itu) berfungsi sebagai penghalang jika terjadi peperangan atau jika ada musuh dari kerajaan lain ingin masuk ke wilayah kerajaan tersebut.
Nah, konsep ini, sekarang diadopsi di lingkungan perumahan modern. Ayah ingin sekali menelitinya. Karena fenomena ini ternyata tidak berhenti pada bentuk rumah (segi arsitektural) saja. Tapi kalau Dedek jalan2, hampir pasti traffic flow yang dihasilkan, berawal dari menjamurnya fenomena gated community di seluruh kota2 satelit di pinggir Jakarta. Alhasil, ketika peak hour, kota Jakarta dibanjiri dengan banyaknya kendaraan pribadi yg berasal dari lingkungan2 perumahan ini.
Sebenarnya hal ini lumrah, terjadi di hampir sebagian besar kota2 di negara berkembang. Tapi yang membuat menjadi tidak lumrah adalah jika penataan traffic flow yang keluar dari gated communities pinggiran kota menyalahi penataan traffic management kota secara keseluruhan. Padahal desain jalan kolektor (jalan yang “mengantar” kendaraan dari lingkungan perumahan ke jalan arteri) hampir pasti tidak didesain sesuai kapasitas rencananya (mengingat pesatnya pertumbuhan perumahan di pinggiran Jakarta).
Hehehe…terlalu detail ya Dek? Maaf ya. Ayah berharap, kamu bisa mengasah sense utk melihat segala persoalan kelak. Mungkin apa yg Ayah dan Bunda alami sekarang would totally be different when you are grown up later. Tapi setidaknya, dengan Ayah bercerita ini, Dedek bisa menangkap betapa kondisi kota yang Ayah & Bunda tinggali saat ini benar2 kronis…macet dan banjir dimana2.
Bilang Bunda, ditunggu Ayah responnya ya. Kalau bisa ditemani nasgor plus sayuran ala Bunda nikmat banget sambil menulis…hehehe… Miss you all…
-Ayah-
Dedek sayang, ini Ayah kasih link lagu dari mbah Paul McCartney. One of your Mommy & my favorite superstars. Ayah kasih lagu ini karena detik ini Ayah ingat waktu lagi dansa dengan Bundamu dulu. Bundamu pintar, Dek. Pintar membuat suasana. Cuma berbekal mp3 player dan speaker (pinjaman hihihi…), Bunda sudah bikin Ayah lebih mendekat ke Bunda dan kita berdua langsung dansa secara spontan. Lagunya enak waktu itu, mellow dan soft. Pengen me-rewind memori itu lagi dan lagi. Love your Mommy so much …
Dedek sayang,
Maafkan Ayah ya, mungkin postingan Ayah sebelumnya telah membuat Bunda salah tangkap. Yang harus Dedek ingat adalah, Ayah selalu sayang & cinta sama Dedek & Bunda, tanpa syarat, tanpa batas, tulus ikhlas. Karena dengan Dedek & Bunda-lah Ayah bisa bahagia. Jaga Bunda baik-baik ya.
HUGS
Dedek sayang,
Siang ini Ayah dan Bunda sempat berbeda pendapat. Masalah sepele, misunderstanding. Tapi karena tidak pada waktu yang tepat, disaat Ayah sedang diberikan cobaan mahaberat seperti ini, disaat Bunda sedang emotionally drained, semua bisa saja terjadi. Sedikit kesalahpahaman mampu memicu segalanya. Alhasil, Ayah jadi tidak semangat masukkan lamaran PhD.
Hmmmmmhhhh…dulu Ayah sempat berpikir kenapa jalan hidup Ayah mudah sekali. Ayah selalu mendapatkan juara kelas, Ayah selalu mendapatkan apa yang Ayah inginkan, termasuk kuliah di perguruan tinggi yang Ayah cita-citakan. Tapi kemudian Tuhan menguji Ayah dengan cobaan seperti ini.
Semoga Ayah tetap bisa memaklumi Bunda meskipun saat ini Ayah juga sedang mudah sekali sensitif. One thing perhaps could inspire me to go further…you, dear.
Bisikkan ke Bunda kalau Ayah minta maaf ya. Smoga Bunda terus semangat menjalankan hari-hari. Ga perlu mencari “pengalih perhatian: karena Ayah memang tidak bisa dialihkan dari perhatian Bundamu hehehehe …
Warm hugs to you & your Mommy,
-Ayah-
Dedek sayang,
Bilang makasih ke Bunda ya. Ayah seneng baca posting Bunda sore ini. Ayah nggak berhenti senyum sambil scrolling mouse ke bawah (sambil mendoakan semoga kita bertiga bisa experience hal yang sama seperti yang dialami kolega Bunda tersebut).
Iya betul kata Bunda, dek. Kita harus terus belajar hal-hal baru. Ayah pun senang belajar tentang kemiskinan dan teori pembangunan (lagi) setelah dulu belajar di kuliah. Yang jelas, memang tidak mudah untuk memulai. Tapi setidaknya jika ada motivasi, pasti bisa. Motivasi Ayah cuma satu, ingin berkumpul lagi dengan kalian. Makanya apapun Ayah lakukan supaya kita bisa ber-adventure bersama lagi. Termasuk mengisi waktu sedih, bahagia, dan harap-harap cemas ini dengan banyak membaca dan menulis.
Kenapa Ayah sedih? Bunda sudah tahu jawabannya. Kenapa Ayah bahagia? Karena Ayah bisa bermain lagi dengan Kakaknya Dedek. Kenapa Ayah harap-harap cemas? Karena Ayah masih menunggu jawaban tentang lamaran PhD sambil terus mencari kesempatan PhD lainnya.
Oiya, saat ini Ayah juga sedang belajar tentang land dan sustainable development. Karena posisi PhD yang Ayah incar menghendaki para kandidatnya untuk menguasai kedua bidang ini. Kok bisa sama ya dengan Bunda. Bunda juga sedang mengeksplorasi isu tentang Disaster Management. Hmmmmhhh…kami berdua sedang belajar, Dek. Belajar terus. Dedek kelak juga seperti Bunda ya, belajar terus (tapi tentu tidak terlalu serius seperti Ayah dulu hehehe…). Sambil diselingi makan nasi goreng buatan Bunda juga enak lho, Dek. Pasti apa yang sedang Dedek pelajari, bisa cepat masuk.
Tell your Mom, I miss her so much ya. Daaaaa….
-Ayah-
Dedek sayang,
Alhamdulillah akhirnya Bunda menulis blog ini. Dari kemarin Ayah nunggu-nunggu Bunda, kok nggak nulis ke blog ini lagi. Apakah Bunda sibuk atau Bunda ada urusan penting lainnya? Semoga apa yang Bunda ceritakan dibawah tadi selalu menjadi penyemangat buat Dedek kelak ya. Untuk terus mencoba, whatever it takes. Yuk, kita doakan Bunda semoga dipermudah jalannya.
Kesibukan Ayah saat ini bertambah, sayang. Ayah saat ini sedang membaca buku bagus berjudul “Akses Warga Miskin terhadap Kebutuhan Dasar”. Melihat judulnya, Dedek pasti bisa menebak. Whose specialty is it? :) Eitttsss…pencet bel dulu dong, Dek kalo mau jawab. Teeeeeetttt….betuuuuuul…it is your Mom’s specialty.
Di buku ini, Ayah mendapat pencerahan. Ternyata banyak sekali aspek yang harus dikaji jika berbicara tentang kemiskinan. Tidak hanya soal ekonomi belaka, tetapi yang paling mendasar adalah bagaimana menjamin hak warga miskin untuk terus meningkatkan kapasitasnya, mendapatkan akses dalam konteks demokrasi dan politik, menjamin keterwakilan mereka dalam proses pengambilan kebijakan kota, dll. Ayah saat ini sedang “jatuh cinta” dengan isu ini. Tentu saja, inspired by your Mommy :)
Selain membaca, Ayah mulai “melunasi hutang-hutang” tulisan Ayah. Sudah ada 1 tulisan yang Ayah kirim ke salah satu kolega Ayah. Semoga hubungan baik kami tetap terjaga. Ingatkan Ayah untuk terus produktif ya, sayang. Jangan lupa, ingatkan Bunda juga. Bisikkan di telinga Bunda “Bunda, ayo…jangan menyerah. Sama seperti Bunda yang selalu menyemangati Ayah. If you want it, you can have it. Bermimpi, Bunda…supaya apa yang Bunda inginkan dapat digenggam”
Btw Dek, Ayah sangat suka cara Bunda menyemangati Ayah. Bunda selalu utarakan semua dengan lembut, biasanya sambil mengelus kepala Ayah. Hmmm…bilang Bunda ya kalau Ayah kangen banget sama Bunda. Insya Allah Ayah masih dalam proses berjuang terus supaya kita bisa bertemu lagi. Whatever it takes…
Sudah dulu ya sayang, jaga kesehatan. Jangan terlalu banyak nonton TV. Bilang Bunda untuk meng-install TV kabel supaya Dedek ada tontonan yang bermanfaat.
Miss and love you so much,
-Ayah-
dedeeeeeek… ayah kangen kamu & bunda. malam ini ayah sedang buat paper utk seminar cc tgl 21. kbr dedek & bunda gmn?