Catatan perjalanan ayah & bunda |
Web blog ini berisi catatan harian Ayah & Bunda. Momen-momen bahagia, sedih, haru, rindu, semua kami siapkan untuk bekal belajar dan mewarnai cerita kehidupanmu kelak, anakku. Selamat menyelami sekelumit cerita ini. Ambil yang baik, eksplor lagi dari sekelilingmu, dan tetaplah jadi anak yang cerdas, kritis & bermanfaat. Doa Ayah & Bunda selalu menyertai nadimu. |
Dedek sayang, malam ini (1 Oktober 2010) Ayah sedih…
Tapi… Demi cinta dan cita yang lebih besar lagi, Ayah (mencoba) ikhlas melepas Bunda pergi untuk sementara. Karena Ayah yakin, Bunda akan kembali lagi ke pelukan Ayah. Karena Ayah yakin, kita berdua akan menulis episode baru di agenda adventure berikutnya.
Demi cinta dan cita yang lebih besar lagi, Ayah (mencoba) ikhlas kehilangan senyum dan tawa Bunda untuk sementara. Karena Ayah yakin akan melihat senyum dan tawa Bunda kembali. Karena dengan tawa itulah, Ayah bisa terus merasa hidup, bahagia, dan yang pasti…merasa memiliki dan dimiliki.
Demi cinta dan cita yang lebih besar lagi, Ayah (mencoba) ikhlas terus belajar dan bekerja. Karena Ayah ingin Dedek juga bisa terinspirasi dari cerita dan cita kita berdua. Karena dari dua hal inilah cerita Ayah dan Bunda dimulai.
Kalau Dedek perhatikan, hampir tidak pernah Ayah dan Bunda kehilangan satu momen pun tidak bersama. Membaca, menulis artikel, mengerjakan tugas, nonton film komedi, berdiskusi topik-topik ringan hingga yang berat, travelling, nongkrong di warung kopi, dll.
Hmmm…I’m gonna miss her smell, her hugs, her whispers, and her soft kiss.
Demi cita dan cinta yang lebih besar lagi, kembali lagi ke pelukan Ayah ya Bunda…Love you so much…
Warm hugs and kisses
(Ayah)