Catatan perjalanan ayah & bunda |
Web blog ini berisi catatan harian Ayah & Bunda. Momen-momen bahagia, sedih, haru, rindu, semua kami siapkan untuk bekal belajar dan mewarnai cerita kehidupanmu kelak, anakku. Selamat menyelami sekelumit cerita ini. Ambil yang baik, eksplor lagi dari sekelilingmu, dan tetaplah jadi anak yang cerdas, kritis & bermanfaat. Doa Ayah & Bunda selalu menyertai nadimu. |
Dedek sayang,
Bilang makasih ke Bunda ya. Ayah seneng baca posting Bunda sore ini. Ayah nggak berhenti senyum sambil scrolling mouse ke bawah (sambil mendoakan semoga kita bertiga bisa experience hal yang sama seperti yang dialami kolega Bunda tersebut).
Iya betul kata Bunda, dek. Kita harus terus belajar hal-hal baru. Ayah pun senang belajar tentang kemiskinan dan teori pembangunan (lagi) setelah dulu belajar di kuliah. Yang jelas, memang tidak mudah untuk memulai. Tapi setidaknya jika ada motivasi, pasti bisa. Motivasi Ayah cuma satu, ingin berkumpul lagi dengan kalian. Makanya apapun Ayah lakukan supaya kita bisa ber-adventure bersama lagi. Termasuk mengisi waktu sedih, bahagia, dan harap-harap cemas ini dengan banyak membaca dan menulis.
Kenapa Ayah sedih? Bunda sudah tahu jawabannya. Kenapa Ayah bahagia? Karena Ayah bisa bermain lagi dengan Kakaknya Dedek. Kenapa Ayah harap-harap cemas? Karena Ayah masih menunggu jawaban tentang lamaran PhD sambil terus mencari kesempatan PhD lainnya.
Oiya, saat ini Ayah juga sedang belajar tentang land dan sustainable development. Karena posisi PhD yang Ayah incar menghendaki para kandidatnya untuk menguasai kedua bidang ini. Kok bisa sama ya dengan Bunda. Bunda juga sedang mengeksplorasi isu tentang Disaster Management. Hmmmmhhh…kami berdua sedang belajar, Dek. Belajar terus. Dedek kelak juga seperti Bunda ya, belajar terus (tapi tentu tidak terlalu serius seperti Ayah dulu hehehe…). Sambil diselingi makan nasi goreng buatan Bunda juga enak lho, Dek. Pasti apa yang sedang Dedek pelajari, bisa cepat masuk.
Tell your Mom, I miss her so much ya. Daaaaa….
-Ayah-